PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Pengajian Muslimah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (19/6), menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antar muslimah di daerah.
Pengajian yang dikoordinasikan oleh Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Kalimantan Tengah itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran, jajaran organisasi perempuan, tokoh masyarakat, aparatur sipil negara, serta ratusan jamaah.
Dalam sambutannya, Aisyah Thisia mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan pengajian rutin bulanan dapat kembali dilaksanakan setelah sempat tertunda akibat padatnya agenda pemerintah daerah dalam beberapa bulan terakhir.
Ia mengatakan, pergantian Tahun Baru Islam merupakan waktu yang tepat bagi setiap muslim untuk melakukan refleksi diri, memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kaum muslimah memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang kuat karena seorang ibu menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia.
Aisyah juga menyampaikan pesan Gubernur Kalimantan Tengah yang menekankan pentingnya tiga nilai utama yang harus dimiliki setiap individu, yakni etika, karakter, dan pola pikir (mindset) sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selain itu, ia menyoroti tantangan yang dihadapi keluarga pada era digitalisasi. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial harus disikapi secara bijaksana agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring terlebih dahulu, ambil manfaatnya, dan tinggalkan hal-hal yang dapat menimbulkan dampak negatif,” pesannya kepada para jamaah.
Melalui pengajian tersebut, Aisyah mengajak seluruh muslimah untuk tidak hanya menjadikan kegiatan sebagai sarana menambah ilmu agama, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Ia berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi motivasi untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan kerukunan di Kalimantan Tengah.
Pengajian menghadirkan Ustaz Muhammad Al-Ghafari sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, ia mengajak jamaah menjadikan momentum hijrah sebagai sarana muhasabah, memperbanyak amal saleh, meningkatkan rasa syukur, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Acara ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan sesi foto bersama seluruh peserta.
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














