Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Pemprov Kalteng Soroti Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Menembak dan Lomba Sumpit dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Tembak Multifungsi Wira Pratama, Mapolda Kalimantan Tengah, Jumat (18/7/2026). Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara pemerintah, Polri, TNI, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, mengatakan olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media membangun kebersamaan serta memperkuat kolaborasi antarlembaga.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, Polri, TNI, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan Kalimantan Tengah,” ujar Linae saat membacakan sambutan Gubernur.

Menurutnya, lomba menembak mengajarkan nilai disiplin, ketelitian, konsentrasi, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam pelaksanaan tugas aparatur negara maupun aparat penegak hukum yang dituntut bekerja secara profesional.

Selain itu, kehadiran lomba sumpit menjadi bentuk pelestarian olahraga tradisional khas masyarakat Dayak yang merupakan bagian dari identitas budaya Kalimantan Tengah.

“Lomba sumpit bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wujud kecintaan kita terhadap budaya lokal yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan mengatakan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema ‘Polri untuk Masyarakat’.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat hubungan antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh komponen masyarakat. Sinergi yang kuat menjadi modal penting dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah,” ujar Iwan.
Kejuaraan tersebut diikuti peserta dari berbagai instansi pemerintah, unsur Forkopimda, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas menembak. Selain kategori menembak, perlombaan sumpit juga mendapat perhatian karena menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai sarana memperkuat kebersamaan, meningkatkan sportivitas, serta menjaga harmonisasi antarinstansi dan masyarakat demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin maju dan kondusif.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata