Gubernur Agustiar Sabran Ajak 34 Ribu Siswa Baru Wujudkan Sekolah Aman dan Bebas Bullying

Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memberikan penguatan kepada lebih dari 34 ribu peserta didik baru jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) se-Kalimantan Tengah dalam kegiatan Penguatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Gubernur menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, humanis, dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun perundungan (bullying).

Kegiatan yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (16/7/2026), diikuti secara langsung oleh 4.332 peserta didik dari 18 SMA, SMK, dan SKH di Kota Palangka Raya. Sementara lebih dari 30 ribu siswa lainnya mengikuti secara daring dari sekolah masing-masing di seluruh kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo melaporkan bahwa Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 berlangsung lancar dengan menjaring lebih dari 34 ribu peserta didik baru.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Selama kegiatan, Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan TNI, Polri, Kejaksaan, Densus 88 Antiteror Polri, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk memberikan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, kesadaran hukum, hingga pencegahan radikalisme di lingkungan sekolah.

Dalam arahannya, Agustiar Sabran mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik baru dan mengajak mereka memanfaatkan masa sekolah sebagai langkah awal meraih cita-cita.

“Beranilah dan semangatlah dalam menimba ilmu, karena setiap langkah yang kalian jalani hari ini akan menjadi bekal penting untuk meraih masa depan,” ujarnya.

Menurut Gubernur, tujuan MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga membangun kedekatan antara peserta didik dengan guru, tenaga kependidikan, kakak kelas, dan teman-teman baru sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap sekolah.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala sekolah dan panitia agar penyelenggaraan MPLS dilakukan secara edukatif, ramah, dan menyenangkan.

“Saya tegaskan, tidak boleh ada ruang bagi perpeloncoan maupun bullying. MPLS harus ramah, menyenangkan, dan mampu membentuk karakter peserta didik,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur mengajak seluruh peserta didik menghormati orang tua dan guru, menjauhi narkoba, judi online, pergaulan bebas, serta menggunakan media sosial secara bijaksana. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses belajar, kerja keras, dan doa.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan mengajak para pelajar membangun karakter melalui kedisiplinan, integritas, kejujuran, serta aktif dalam organisasi sekolah. Sementara Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mendorong peserta didik memanfaatkan fasilitas digital dan smart classroom untuk meningkatkan kompetensi dan prestasi.

Melalui kegiatan Penguatan MPLS tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, berwawasan kebangsaan, taat hukum, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata