Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 guna mewujudkan reforma agraria yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Edy saat menghadiri Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa (21/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Edy membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Ia menyampaikan bahwa reforma agraria merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam mendukung pemerataan ekonomi, pembangunan dari desa, serta penguatan ketahanan pangan.
Menurutnya, pelaksanaan reforma agraria membutuhkan keterlibatan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi vertikal, maupun masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci agar program reforma agraria tidak hanya berhenti pada aspek administrasi pertanahan, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Rakor Awal Reforma Agraria Tahun 2026, saya berharap sinergi lintas instansi semakin kuat dalam mengidentifikasi kendala, merumuskan langkah percepatan, serta menyelaraskan program guna mendukung keberhasilan reforma agraria di Kalimantan Tengah,” ujar Edy.
Edy menegaskan, GTRA harus menjadi penggerak dalam menghasilkan langkah-langkah konkret, terukur, dan tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan reforma agraria harus dilihat dari sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat dari penataan aset dan akses terhadap sumber daya pertanahan.
“GTRA harus menjadi motor penggerak reforma agraria yang menghasilkan langkah konkret, terukur, dan tepat sasaran sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah, Fitriyani Hasibuan, menyampaikan bahwa reforma agraria merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya menjadi tugas Kementerian ATR/BPN, tetapi membutuhkan koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Fitriyani menjelaskan, rapat koordinasi awal GTRA bertujuan menyamakan persepsi dan menentukan arah pelaksanaan reforma agraria Tahun 2026, termasuk penyusunan perencanaan untuk tahun berikutnya.
Ia menambahkan, keberhasilan reforma agraria tidak hanya diukur dari legalisasi aset dan redistribusi tanah, tetapi juga dari keberhasilan penataan akses yang mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat Kementerian ATR/BPN Freddy A. Kolintama juga menekankan bahwa reforma agraria menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan perekonomian masyarakat melalui penataan aset dan akses.
Menurutnya, dukungan seluruh Gugus Tugas Reforma Agraria di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sangat diperlukan agar pelaksanaan reforma agraria berjalan efektif, memberikan kepastian hukum atas tanah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, dilakukan pula Nota Kesepakatan antara Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kantor Pertanahan se-Kalimantan Tengah untuk mempercepat sertifikasi aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Melalui penguatan GTRA Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap pelaksanaan reforma agraria dapat berjalan lebih optimal, menciptakan kepastian hukum atas tanah, memperluas akses masyarakat terhadap sumber daya ekonomi, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














