PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Ajeh, mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini, menyusul potensi musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Nino pada paruh kedua 2026.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama sebelum musim kemarau mencapai puncaknya. Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah meluas.
“Setiap musim kemarau kita harus meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai ketika titik api mulai muncul, kita baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan lebih awal agar risiko karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya, Jumat (13/6/2026).
Faridawaty menilai upaya mitigasi harus dilakukan secara konsisten melalui pemantauan wilayah rawan, sosialisasi kepada masyarakat, serta kesiapan personel dan sarana pendukung sebelum kebakaran terjadi.
Ia menambahkan, langkah preventif yang dilakukan sejak dini akan lebih efektif dalam mengurangi risiko kabut asap maupun kerusakan lingkungan.
“Melindungi Kalimantan Tengah dari karhutla adalah tanggung jawab bersama. Mari menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Pencegahan yang dilakukan hari ini akan menyelamatkan masyarakat dari kerugian yang jauh lebih besar di masa mendatang,” pungkasnya.
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














