SAMPIT – Jangan kaget jika melihat aktivitas tak biasa di Teras Swalayan UMKM Sampit. Sejumlah barber dari komunitas barber Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) turun langsung melayani masyarakat dalam aksi sosial bertajuk Potong Rambut Bayar Suka-Suka.
Mengusung semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan yang hanya digelar satu hari ini sontak menjadi perhatian. Masyarakat bisa mendapatkan layanan potong rambut, sementara nominal pembayarannya diserahkan secara sukarela.
Ketua komunitas barber Kotim, Heryanur, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial atau momentum memeriahkan kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi langkah komunitas untuk membangun solidaritas antarbarber sekaligus membuka mata generasi muda bahwa profesi barber memiliki peluang masa depan yang menjanjikan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa barber bukan sekadar pekerjaan memotong rambut. Di dalamnya ada keterampilan, kreativitas, peluang usaha, bahkan lapangan pekerjaan. Karena itu, kami ingin anak-anak muda mengenal dunia barber lebih dekat dan melihat bahwa bidang ini bisa menjadi pilihan untuk membangun masa depan,” kata Heryanur.
Menurutnya, komunitas barber di Kotim memiliki potensi besar untuk berkembang apabila dibangun dengan semangat kebersamaan. Karena itu, kegiatan sosial menjadi salah satu cara untuk memperkuat hubungan sekaligus memperkenalkan keberadaan para pelaku barber kepada masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa mempererat solidaritas dan kebersamaan antarbarber di Kotim. Kami tidak ingin berjalan sendiri-sendiri. Dengan komunitas, kita bisa saling menguatkan, berbagi pengalaman, meningkatkan keterampilan dan membuka lebih banyak peluang,” ujarnya.
Heryanur mengatakan, salah satu tujuan penting kegiatan tersebut adalah menjaring generasi muda agar mengenal dunia barber.
Ditengah semakin berkembangnya tren barbershop, kebutuhan terhadap tenaga barber yang memiliki keterampilan juga terus terbuka. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang yang sayang jika tidak dimanfaatkan anak-anak muda.
“Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa ada profesi yang bisa dipelajari dari nol. Tidak harus langsung punya usaha sendiri. Bisa mulai dari belajar keterampilan, menjadi barber, kemudian berkembang menjadi pengusaha dan bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi pintu awal bagi anak muda yang selama ini belum mengetahui bahwa dunia barber memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan.
Kegiatan Potong Rambut Bayar Suka-Suka ini memang hanya dilaksanakan selama satu hari. Namun, kegiatan sosial tersebut bukan agenda yang berhenti sampai di sini.
Heryanur menyebut aksi sosial merupakan salah satu agenda komunitas yang dilaksanakan secara berkala setiap beberapa bulan sekali.
Dengan demikian, momentum HUT RI ke-81 kali ini sekaligus menjadi pengingat bahwa komunitas barber tidak hanya hadir sebagai pelaku usaha jasa, tetapi juga bagian dari masyarakat yang ingin berkontribusi dan memberikan manfaat.
“Kemerdekaan bagi kami bukan hanya dirayakan dengan seremonial. Kemerdekaan juga berarti bebas berkarya, bebas mengembangkan potensi dan yang paling penting bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Kalau kita bisa tumbuh bersama dan membuka peluang bagi anak muda, itulah salah satu bentuk nyata mengisi kemerdekaan,” pungkas Heryanur.
Dari sebuah kursi barber di Teras Swalayan UMKM, pesan itu pun disampaikan: potong rambut boleh bayar suka-suka, tetapi semangat untuk berbagi, bersolidaritas dan membuka masa depan bagi generasi muda harus tanpa batas.//














