SAMPIT – Siswi SDN 7 Ketapang mencuri perhatian dalam peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita ke-25 Kabupaten Kotawaringin Timur. Acara yang digelar di Gedung Serbaguna Sampit tersebut menghadirkan penampilan tari “Kepak Burung Haruei,” yang sukses memikat hati para hadirin, termasuk Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Timur, Ny. Hj. Anik Sukarelawati Sanggul, serta Ketua Panitia, Ny. Hesty Mentana,, Rabu 11 Desember 2024.
Tarian ini terinspirasi dari burung Haruei, fauna khas Kalimantan yang melambangkan keindahan, kebebasan, dan harmonisasi dengan alam. Dengan gerakan gemulai menyerupai kepakan sayap burung di tengah hutan yang asri, tarian tersebut tidak hanya memukau secara visual tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pelestarian lingkungan dan kecintaan terhadap alam.
Kostum dan riasan penari yang terinspirasi dari bulu burung Haruei memperkuat visualisasi tarian ini. Balutan warna cokelat khas dipadu dengan aksesori etnik memberikan sentuhan keunikan dan autentisitas. Di balik keberhasilan ini, tim kreatif dari Sanggar Panunjung Liyu memainkan peran besar, dengan arahan Bapak Ahmad Basuki, S.Pd, selaku Kepala Sekolah dan penanggung jawab serta dukungan penata tari, rias, dan busana oleh Ibu Nia Pitriani, S.Pd

Selain memukau di acara ini, tim tari SDN 7 Ketapang juga telah mencatatkan prestasi membanggakan, seperti meraih Juara 2 di Milad Muhammadiyah Kabupaten Kotawaringin Timur pada November 2024.
Ketua DWP Kabupaten Kotawaringin Timur, Ny. Hj. Anik Sukarelawati Sanggul, menyampaikan apresiasinya terhadap penampilan ini. “Tari ‘Kepak Burung Haruei’ tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga budaya dan alam Kalimantan. Penampilan ini sangat relevan dengan tema peringatan tahun ini,” ungkapnya.
Dengan kehadiran tarian ini, Peringatan HUT Dharma Wanita ke-25 menjadi lebih bermakna, tidak hanya sebagai momen perayaan tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan bagi generasi mendatang. Tarian “Kepak Burung Haruei” menjadi simbol harmonisasi budaya dan alam yang terus hidup melalui generasi muda.// (007)














