Borneo Wonderland SADALMA Gemparkan Karnaval Mentaya Hilir Selatan, Rengkuh Juara I SD/MI

FOTO - Kepala SDIT Al Madaniyah memberikan cindera mata pada Camat Mentaya Hilir Selatan didepan panggung kehormatan.

SAMPIT — Pawai Karnaval Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026 berlangsung semarak. Ditengah lautan peserta dengan beragam kreativitas dan atraksi budaya, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Madaniyah Samuda (SADALMA) tampil mencuri perhatian melalui tema spektakuler Borneo Wonderland.

Tak sekadar tampil meriah, SADALMA sukses mengemas kekayaan budaya Pulau Kalimantan menjadi sebuah pertunjukan yang atraktif, edukatif, sekaligus sarat pesan tentang keberagaman dan persatuan. Penampilan tersebut akhirnya berbuah prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Pawai Karnaval tingkat SD/MI Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Tahun 2026.

Tema Borneo Wonderland mengangkat kekayaan budaya dan keberagaman lima provinsi di Pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

Konsep tersebut diterjemahkan melalui perpaduan kostum, ornamen, karakter, serta representasi budaya khas masing-masing daerah. Warna-warni budaya Kalimantan berpadu dalam satu parade yang membuat penampilan SADALMA tampak hidup, unik dan penuh energi.

Sepanjang jalur pawai, para peserta SADALMA tampil percaya diri dan energik. Kreativitas yang ditampilkan sontak mengundang perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.

Sorotan masyarakat tidak hanya tertuju pada kemeriahan kostum, tetapi juga pada pesan yang dibawa. Borneo Wonderland seolah menjadi panggung mini yang memperlihatkan bahwa perbedaan budaya bukanlah sekat, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan.

Kepala SDIT Al Madaniyah Samuda, Mutaqin Saufi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan pawai.

Menurutnya, keberhasilan SADALMA tidak lahir secara instan. Persiapan konsep dilakukan jauh hari melalui kolaborasi antara guru, peserta didik dan orang tua/wali murid.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh dewan guru yang tergabung dalam tim SADALMA Projek yang sudah mempersiapkan konsep ini jauh hari. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh orang tua/wali murid yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” katanya.

Ia menegaskan, keikutsertaan SADALMA dalam karnaval bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar mengenal, mencintai dan menghargai kekayaan budaya Nusantara.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang keberagaman, tetapi juga belajar bekerja sama, percaya diri, kreatif dan menghargai budaya daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pawai SADALMA, Rabiatul Adawiyah, S.Pd., mengatakan tema Borneo Wonderland sengaja dipilih untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan dalam kemasan yang dekat dengan dunia anak-anak.

Menurutnya, lima provinsi di Kalimantan memiliki karakter budaya yang beragam. Namun, seluruh perbedaan tersebut dapat disatukan dalam satu semangat kebersamaan.

“Melalui tema *Borneo Wonderland*, kami ingin menunjukkan bahwa Pulau Kalimantan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Keberagaman itu justru menjadi kekuatan untuk terus menjaga persatuan,” ungkapnya.

Prestasi **Juara I tingkat SD/MI** pun menjadi penutup manis dari penampilan SADALMA. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas, kolaborasi dan kerja keras mampu melahirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan pendidikan dan kebudayaan.

SADALMA membuktikan bahwa sebuah pawai bukan sekadar parade. Di tangan kreativitas anak-anak dan para pendidik, karnaval dapat berubah menjadi panggung budaya yang menggugah kebanggaan terhadap tanah Borneo.

Berbeda budaya, satu semangat. Beragam warna, satu Borneo. SADALMA—Juara I dan berhasil membuat Borneo Wonderland benar-benar hidup di tengah kemeriahan Pawai Karnaval Mentaya Hilir Selatan 2026//

 

pesona haka kalibata